Konflik keluarga, warga Pulosari tabrakan diri ke kereta api
Diduga stres akibat konflik rumah tangga, Nur Wahyudi (34) warga Pulosari RT 01 RW 07, Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur nekad mengakhiri hidupnya dengan menabrakan dirinya pada kereta api.

Elshinta.com - Diduga stres akibat konflik rumah tangga, Nur Wahyudi (34) warga Pulosari RT 01 RW 07, Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur nekad mengakhiri hidupnya dengan menabrakan dirinya pada kereta api. Kejadian tersebut terjadi di perlintasan kereta api di Jalan Pulosari, Blimbing, Sabtu (4/12). Akibatnya korban tewas dengan kondisi tubuh mengenaskan karena beberapa bagian tubuh tercecer, bahkan tubuh korban terseret 200 meter.
“Saat itu saya tidak tahu kereta apa yang menabraknya, saat itu terdengar teriakan orang bunuh diri... orang bunuh diri dan dilihatnya adik korban lari selanjutnya saya keluar dan menghampiri korban yang sudah meninggal,” ungkap Pidek, salah satu saksi mata di lokasi kejadian.
Bersama warga, Pidek kemudian melapor ke pihak RT dan RW yang kemudian melanjutkan ke Polsek Blimbing.
“Ngeri, mas beberapa bagian tubuh berceceran dan dibantu warga memunguti ceceran tubuh,“ ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, El Aris, Sabtu (4/12).
Ditambahkan saksi, penyebab aksi nekad korban disebabkan konflik rumah tangga. “Konflik rumah tangga dan korban sehari-hari berada di rumah orang tuanya yang ada di tepi rel kereta api,” jelasnya.
Humas Polresta Malang Kota Ipda Eko Novianto membenarkan adanya kecelakaan kereta dengan korban jiwa tersebut. “Setelah mendapat laporan petugas dari Polsek Blimbing mendatangi TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi dan benar korban warga sekitar,” ujarnya ketika dihubungi via telepon.
Selanjutnya guna kepentingan penyidikan jenasah dibawa ke bagian forensik RSSA. “Dan atas permintaan keluarga, korban tidak divisum dan menerimanya sebagai musibah selanjutnya jenasah korban diserahkan pada pihak keluarga untuk dimakamkan,” ringkas Ipda Eko Novianto.